PRODI ILMU HADIS

Berita & Kabar Terkini

Ikuti perkembangan terbaru, prestasi akademik, agenda kampus, dan kontribusi nyata kami.

cover berita
Berita

Dosen dan Mahasiswa Ilmu Hadis STAINQ Bawa Kajian Etika Lingkungan Nabi ke Forum Internasional ICRL 2026

2026-10-08 04:18:03 • 144x

PROBOLINGGO — Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis STAINQ turut berpartisipasi dalam The 3rd International Conference on Religion and Local Wisdom (ICRL) 2026 yang mengangkat tema “Environmental Ethics and Ethics in Coastal Climate Resilience in Probolinggo, East Java”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada 6–7 Oktober 2026 dan berpusat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Dalam forum internasional tersebut, Lailatun Nafisah, dosen Program Studi Ilmu Hadis STAINQ, bersama beberapa mahasiswa bimbingannya, yaitu Buardi, Kholizatul Fawaid, Ufi Jufriyah, Muhammad Suhri, dan Muhammad Alfin, turut mempresentasikan kajian yang menghubungkan perspektif Ilmu Hadis dengan persoalan lingkungan masyarakat pesisir.

Kajian tersebut mengangkat tema “Prophetic Environmental Ethics and Coastal Climate Resilience in Probolinggo, East Java”. Pembahasan berfokus pada perubahan lingkungan pesisir serta strategi adaptasi masyarakat nelayan dengan menggunakan perspektif Eco-Hadith.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa Ilmu Hadis dalam forum internasional ini menunjukkan bahwa kajian hadis tidak hanya berkaitan dengan teks dan pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki relevansi dalam membaca berbagai persoalan sosial dan lingkungan kontemporer.

Dalam presentasinya, tim membahas sejumlah perubahan lingkungan pesisir, di antaranya fluktuasi musim dan angin, kenaikan suhu, serta perubahan ekologis, sekaligus melihat strategi masyarakat pesisir dalam beradaptasi melalui teknologi, solidaritas sosial, gotong royong, dan diversifikasi mata pencaharian.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan riset, presentasi ilmiah, dan dialog akademik pada tingkat internasional. Kehadiran mahasiswa bersama dosen pembimbing menunjukkan adanya proses pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang melalui keterlibatan langsung dalam forum ilmiah.

Melalui kajian ini, tradisi lokal masyarakat pesisir Probolinggo ditempatkan dalam ruang dialog antara keilmuan Islam, hadis, dan persoalan lingkungan. Perspektif Eco-Hadith digunakan untuk melihat bagaimana nilai-nilai profetik dapat memberikan kontribusi terhadap kepedulian lingkungan dan ketahanan masyarakat pesisir.

Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Hadis STAINQ dalam memperluas ruang akademik mahasiswa sekaligus memperkuat relevansi kajian hadis terhadap berbagai persoalan kehidupan masyarakat kontemporer.

Tautan berita berhasil disalin!