PROF. DR. SYAIKH MUHAMMAD FADHIL AL-JAILANI
Tgl lahir: 1 April 1954
Cucu/keturunan ke-25 dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.
Prof. Dr. Syaikh Muhammad Fadhil Al-Jailani merupakan sosok ulama yang memiliki keterkaitan erat dengan khazanah keilmuan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Beliau merupakan cucu/keturunan ke-25 dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani sendiri dikenal sebagai pengarang kitab Tafsir Al-Jailani. Selain itu, beliau juga merupakan pentahqiq dari berbagai kitab tafsir. Di samping kedudukannya sebagai cucu dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Prof. Dr. Syaikh Muhammad Fadhil Al-Jailani juga dikenal memiliki kedalaman ilmu dan disebut sebagai sosok yang alim-allamah.
Dalam kiprahnya menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan tersebut, sudah lebih dari 30 kitab karangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang beliau tahqiq. Hal ini menunjukkan perhatian besar beliau terhadap peninggalan intelektual dan karya-karya keislaman yang diwariskan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Beliau juga menyampaikan rasa senangnya karena telah beberapa kali datang ke negara yang dicintainya dan disebut sebagai negara tercintanya yang ke-2, yakni Indonesia.
• Perbedaan pandangan manusia di zaman yang modern ini.
Salah satu pembahasan penting adalah mengenai perbedaan pandangan manusia di zaman modern. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan manusia dan tidak dapat dihindari.
• Sebagai wadah dalam ajaran al-Qur'an
Al-Qur’an menjadi wadah dan pedoman dalam kehidupan umat manusia.
→ Persatuan umat merupakan manifestasi dalam al-Qur'an.
Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menjaga persatuan. Sebaliknya, ketika umat manusia saling berbeda pandangan tanpa mampu mengelolanya dengan baik, mereka akan mudah terpecah.Sedangkan dari al-Qur'an dijelaskan kalau umat manusia saling beda pandangan, maka mereka akan mudah terpecah.Sehingga kalau kita berselisih dalam pandangan kita, dapat menyebabkan kita bermusuhan, bahkan bisa saling membunuh.
• Perbedaan pandangan merupakan fitrah.
Karena itu, perbedaan tidak seharusnya selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Yang terpenting adalah bagaimana manusia menyikapi perbedaan tersebut dengan ilmu, kedewasaan, dan kebijaksanaan.
1. Penolakan:
الرد
Menolak kebodohan dengan cara kita mempunyai ilmu. Ilmu menjadi salah satu jalan untuk menghadapi kebodohan. Dengan memiliki ilmu, seseorang diharapkan mampu memahami persoalan secara lebih luas dan tidak mudah terjebak dalam ego maupun kesalah pahaman.
Dengan adanya ilmu bisa muncul sikap kesepakatan antara satu dengan yang lain.
Orang yang alim dia akan selalu membantu atas temannya, bahkan orang lain. Ilmu seharusnya melahirkan kepedulian dan keinginan untuk membantu sesama.
Sedangkan bagi orang yang tidak alim (bodoh) pasti lebih mengedepankan ego. Karena itu, ilmu harus menjadi landasan dalam membangun hubungan dan menyelesaikan perbedaan.
2. Membinasakan konflik
Konflik perlu dihindari dan diredam ketika terdapat kesempatan untuk mencapai kesepakatan. Karena kalau nanti kita ada konflik pasti masih akan muncul sebuah fitnah, Sedangkan kalau kita bersepakat pasti nanti akan mendapatkan keberuntungan di dunia.
3. Bersikap adil.
Sikap adil menjadi pesan penting dalam kehidupan. Terlebih bagi kita yang ditunjuk sebagai amil zakat / hal apa pun, harus menerapkan sikap adil, karena dengan keadilan kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang.
Ketiga pesan tersebut, yaitu ilmu, menghindari konflik dengan membangun kesepakatan, dan bersikap adil, menjadi prinsip yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan.
Sudah semestinya bagi kita sebagai umat Muslim harus mencontoh ajaran Islami dengan elegan, bukan memandang buku seperti orang Yahudi itu.
Syaikh Abdul Qadir Jailani setelah lulus dari sekolahnya beliau dipasrahkan oleh gurunya untuk menjadi pemimpin di sekolah itu.
Syaikh Abdul Qadir Jailani saat sudah menjadi pemimpin di sekolah itu, beliau menegaskan bahwa beliau tidak akan merubah semua aturan di sekolah itu dengan semaunya. Melainkan di sekolah itu siapapun yang ingin sekolah di situ tidak dipungut biaya sepeser pun.
Beliau tidak membedakan antara muslim & non muslim sehingga timbullah kepercayaan oleh masyarakat karena dari yang non muslim kebanyakan dari mereka sudah masuk Islam.
Universitas beliau saat ini sudah sangat lumrah di kalangan orang banyak, bahkan universitas beliau sudah ada cabangnya juga di Eropa.
• Sudah banyak yang masuk Islam di kalangan Eropa dan sekitar daerah itu, bahkan kebanyakan dari mereka yang mendapatkan prestasi terbaik di universitas tersebut.
• Termasuk juga ajaran Syaikh Abd. Qadir al-Jailani adalah menghadirkan shalawat kepada Baginda Nabi dengan bershalawat padanya.
Kalau kita ingin meng-upgrade iman kita kepada Nabi, maka di setiap harinya itu bershalawat sebanyak 313x dengan syarat istiqomah, dan sesuai niat kita saat melakukan/bershalawat seperti itu.
• Agama Islam itu datang dengan Asing (غريب).
وَطُوبَى لِمَنْ يَعُودُ غَرِيبًا
Dengan demikian, rangkaian pesan yang disampaikan menekankan pentingnya ilmu, persatuan, kemampuan mengelola perbedaan, menghindari konflik, bersikap adil, serta memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui shalawat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kehidupan modern tanpa meninggalkan ajaran dan khazanah keislaman.
- Fotografer : Aizi Tanzilul Furqon
- Pewarta : Moch Efendi