Paiton, Sabtu 18 Juli 2026/ 3 Safar 1448 – Pondok Pesantren Nurul Qadim menerima kunjungan akademik dari Prof. Dr. KH. Nur Ali, M.Pd, Guru Besar UIN Malang bidang Manajemen Kurikulum dan Mutu, bersama tim nya.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh KH. Abdullah Hasan selaku Kepala Biro Tarbiyah Pondok Pesantren Nurul Qadim, didampingi para pimpinan lembaga di bawah Yayasan Nurul Qadim. Turut hadir sebagai juru bicara, Ust. Syaiful Anam, M.Pd, Ketua STAI Nurul Qadim.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, khususnya dalam pengembangan tata kelola pendidikan, peningkatan mutu kurikulum, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta percepatan transformasi STAI Nurul Qadim menuju institut yang unggul dan berdaya saing.
Dalam sesi diskusi, Prof. Nur Ali menegaskan bahwa keberhasilan manajemen pendidikan sangat ditentukan oleh tiga pilar aspek, yaitu kurikulum yang berkualitas, SDM yang kompeten, serta tata kelola kelembagaan yang profesional. Ketiga aspek tersebut harus dibangun secara seimbang agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pesantren.
Beliau juga memberikan berbagai masukan strategis, di antaranya pemanfaatan peluang beasiswa LPDP dan Program Jatim Laju, pendampingan bagi pesantren diniyah salaf, penguatan Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wistho & Ulya sesuai amanat Undang-Undang Pesantren Nomor 19 Tahun 2019, serta pentingnya penyusunan dokumen kurikulum yang komprehensif.
Pada aspek pengembangan perguruan tinggi, Prof. Nur Ali mendorong STAI Nurul Qadim untuk memperkuat tata kelola dosen, meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah, serta mempersiapkan pendampingan pengembangan jurnal dan tata kelola kampus melalui kerja sama resmi.
Beliau juga menyampaikan bahwa percepatan perubahan status STAI menjadi Institut memerlukan langkah-langkah strategis, di antaranya pembangunan kampus yang representatif di luar kompleks pesantren, dilengkapi asrama mahasiswa dengan budaya wajib berbahasa Arab maupun bahasa asing lainnya. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat, tetapi juga menjaga budaya kepesantrenan sekaligus memperkuat citra kelembagaan.
Dalam bidang pengembangan kelembagaan, Prof. Nur Ali menekankan pentingnya strategi pemasaran (marketing) pesantren. Salah satunya melalui penataan gerbang utama Pondok Pesantren Nurul Qadim yang lebih representatif, pembangunan gedung kampus institut yang megah, serta penguatan branding lembaga agar semakin dikenal masyarakat luas bahkan tingkatinternasional.
Beliau juga menegaskan bahwa pengelolaan pesantren dan sistem pembelajaran harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pesantren. Menurutnya, Pondok Pesantren Nurul Qadim memiliki peluang besar menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul apabila mampu terus membenahi tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, akan dilaksanakan pelatihan Kurikulum dan Pengembangan SDM pada Sabtu pukul 13.00–15.00 WIB (teori) dan Ahad pukul 13.00–15.00 WIB (praktik) dengan peserta meliputi kepala lembaga, wakil kepala, staf teknologi informasi, serta para guru. Selain itu, dalam waktu sekitar 15 hari ke depan juga akan diselenggarakan pelatihan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan pengelolaan jurnal ilmiah khusus bagi STAI Nurul Qadim.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang
berkelanjutan antara Prof. Dr. KH. Nur Ali beserta tim dengan Yayasan Nurul
Qadim dalam mewujudkan pesantren dan perguruan tinggi yang unggul, adaptif,
profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan
Islam di Indonesia.
Foto: Syaiful Anam
Pewarta: Iqbal Kholidi